Pramono Tegaskan Jakarta Jadi Rumah Bagi Keberagaman
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyambut para delegasi dan tamu kehormatan dari berbagai negara Asia Tenggara dalam acara Welcoming Dinner Harmony in Diversity Award 2026, di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/7).
"semangat persatuan dan kebersamaan kita,"
Pramono mengatakan, suatu kehormatan bagi Jakarta sebagai kota pertama yang menjadi tuan rumah penghargaan ini sejak pertama kali diluncurkan di Singapura pada tahun lalu.
"Kami memandang acara ini sebagai komitmen kolektif untuk memperkuat perdamaian dan persahabatan di seluruh Asia Tenggara," kata Pramono.
Keberagaman Kunci Pertahankan Jakarta Kota TeramanIa menyampaikan, situasi geopolitik saat ini semakin kompleks. Terjadinya polarisasi dan ketegangan sosial mengingatkan bahwa kohesi sosial bukanlah hal yang didapatkan dengan mudah.
Menurutnya, kohesi sosial harus dipupuk melalui kepercayaan, rasa saling menghormati, dan dialog yang berkelanjutan.
Berdasarkan Southeast Asian Social Cohesion Radar, Indeks Kohesi Sosial ASEAN berada di angka 72,4 persen. Meski demikian, Pramono menekankan perlunya upaya kolaboratif untuk memperkuat kohesi sosial ASEAN yang berkelanjutan.
"Itulah sebabnya penghargaan ini menjadi sangat bermakna," lanjutnya.
Dari lebih dari 70 nominasi di seluruh Asia Tenggara, terdapat banyak tokoh inspiratif yang berdedikasi dalam memperkuat kepercayaan, komunitas, dan juga membawa harapan di tengah keberagaman.
Ia kemudian mencontohkan sosok Cardinal Orlando Beltran Quevedo yang menjadi salah satu penerima Harmony in Diversity Award. Menurut Pramono, Cardinal Orlando Beltran Quevedo merupakan tokoh inspiratif yang mempromosikan perdamaian di Mindanao.
Nilai-nilai dari harmoni dan keberagaman inipun juga merupakan identitas yang ditunjukan Jakarta. Jakarta, kata Pramono, merupakan rumah bagi masyarakat dengan berbagai latar berlakang etnis, budaya, dan agama.
Pramono juga mencontohkan berbagai acara keberagaman budaya dan agama yang diselenggarakan di Jakarta, mulai dari Christmas Carol Colosal, Imlek, parade Ogoh-ogoh, Jakarta Bedug Colosal, hingga Waisak.Gubernur pun meyakini, keberagaman merupakan sumber kekuatan bagi Jakarta.
"Semua itu mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan kita," kata dia.
Acara ini turut dihadiri mantan Presiden Singapura, Halimah Yacob; Founder and Chair of 5P Global Movement, Arsjad Rasjid; serta mantan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Marty Natalegawa.